Minggu, 29 Mei 2011

Pertandingan Iman: Memenangkan Mahkota

“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.” 1 Korintus 9:25

Dalam setiap pertandingan olahraga, selalu ada hadiah yang disediakan bagi pemenang. Dan setiap peserta pertandingan/perlombaan akan berusaha dengan maksimal agar mereka dapat memperoleh apa yang mereka kejar.

Merupakan suatu kebanggaan yang tak ternilai ketika kemenangan itu dapat diraih. Bahkan kita dapat melihat satu kota atau satu negara yang merayakan kemenangannya jika tim yang mewakili mereka dapat meraih juara. Tim tersebut akan dielu-elukan dan diarak ke seluruh kota.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tentunya mereka meraih posisi juara bukan tanpa perjuangan. Berbagai latihan keras mereka jalani agar mendapatkan performa yang maksimal. Kedisiplinan dalam berlatih harus terus dipertahankan agar mereka dapat menjadi juara. Berbagai teknik dan strategi diterapkan agar mereka dapat bersaing dengan lawannya dan memenangkan pertandingan.

Dan bagi mereka yang benar-benar mempersiapkan latihannya dengan sangat baik akan memperoleh juara dan menerima piala/medali atas kemenangannya.

Dalam hal kerohanian, ternyata kita juga harus menjalankan/mengikuti pertandingan/perlombaan iman. Kita tidak hanya menerima keselamatan dari Kristus saja, tetapi kita diwajibkan untuk mengikuti perlombaan iman.

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1

Tentu saja kita tidak sekedar mengikuti perlombaan itu tanpa memperoleh hasil. Sama dengan perlombaan/pertandingan olahraga, mahkota juara juga disediakan Tuhan bagi setiap kita yang dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik. Dan mahkota yang disediakan bukan sekedar mahkota yang fana dan dapat pudar seperti piala/medali yang diperoleh olahragawan, tetapi merupakan mahkota yang kekal dan abadi, yang jauh lebih mulia dan berharga dibanding mahkota di dunia ini (1 Kor 9:25).
*courtesy of PelitaHidup.com
.Bagaimana kita dapat mengikuti pertandingan/perlombaan yang diwajibkan ini dan bahkan meraih mahkota yang Tuhan sediakan?

1. Menanggalkan semua beban dan dosa

Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita.” Ibrani 12:1
*courtesy of PelitaHidup.com
Jika seorang olahragawan mengikuti pertandingan dengan membawa sebuah tas yang tidak diperlukan dalam pertandingan tersebut, maka tas tersebut justru akan menjadi beban bagi dia dalam bertanding. Beban itu akan menganggu performanya sehingga akan mempersulit dia untuk meraih posisi juara.

Sama juga dengan beban hidup kita dan juga dosa yang masih kita perbuat, akan menganggu kerohanian kita. Beban hidup bisa berupa amarah, kekecewaan, sakit hati, iri hati, kesombongan, keputusasaan, keras hati dan lain sebagainya.

Jika kita masih membawa beban-beban tersebut dan melakukan dosa dalam kehidupan kita, maka kita akan kesulitan untuk dapat bertanding secara iman. Kita akan sulit berdoa, sulit membaca Firman Tuhan, sulit mengasihi sesama, sulit mengampuni dan masih banyak hal lagi yang akan menjadi sulit untuk dilakukan ketika masih ada beban dan dosa dalam hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Bagaimana mungkin kita dapat mengikuti pertandingan iman bahkan meraih mahkota jika kita masih membawa beban hidup dan melakukan dosa?
Mari tanggalkan segala beban dan dosa yang dapat menghalangi kita untuk menjalani pertandingan iman.

.2. Melatih diri

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” 1 Korintus 9:26

Pertandingan bagi seorang olahragawan tidak hanya berpusat kejuaraannya saja, tetapi merupakan proses. Proses dimulai dari latihan fisik, latihan beban, latihan teknik, latihan strategi, kerjasama tim, pola makan yang baik, pola hidup yang baik, pola tidur yang baik dan lainnya. Semua aspek dijalani dengan baik dan terencana agar dapat memperoleh performa yang maksimal ketika bertanding.

Demikian juga dalam pertandingan iman, kita harus menjalani kehidupan rohani kita dengan seksama. Kita harus melatih hidup kita agar kita menjadi kuat dalam iman. Iman yang kuat dan bertumbuh tidak diperoleh dalam sekejap saja, tetapi merupakan iman yang dibina hari lepas hari dengan tuntunan Firman Tuhan.

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10:25

Melalui ibadah, doa, pembacaan Firman Tuhan, mengasihi sesama, mengampuni orang yang menyakiti kita, membantu sesama, menghormati orang tua, menjalankan pekerjaan dan bisnis secara jujur, tidak kompromi dengan dosa, menjaga kekudusan pernikahan, tidak mengikuti pergaulan yang buruk dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk melatih hidup kita agar dapat menjalani pertandingan iman dengan baik.

Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” 1 Timotius 4:7b-8

.3. Berlomba dengan tekun

“…. dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1

Kesuksesan dalam pertandingan tidak diraih dalam waktu singkat. Banyak olahragawan yang memulai pelatihannya sejak usia dini dan mereka juga banyak menemui kekalahan dalam pertandingan-pertandingan yang dijalaninya. Tetapi kekalahan yang mereka alami tidak membuat mereka putus asa dan mundur. Jika mereka mengalami kekalahan, mereka akan kembali berlatih dan lebih giat lagi berlatih agar mereka dapat meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya.

Ketekunan yang mereka jalani pasti akan membuahkan hasil yang manis pada waktunya. Olahragawan-olahragawan sukses yang berada di sekitar kita merupakan sosok-sosok yang bertekun dalam berlatih, bangkit dari kekalahan dan terus berlatih hingga meraih kemenangan.

Kegagalan dalam kehidupan kita merupakan hal yang biasa terjadi. Tidak ada kesuksesan yang tanpa diawali dengan kegagalan. Bahkan Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali sebelum dia sukses menemukan lampu pijar. Dan setelah itu dia menemukan banyak alat dan telah dipatenkan semuanya dengan jumlah 1.093 penemuan. Dia mengatakan bahwa:

“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut dengan kegagalan”

“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”

Ketekunan dalam menjalani pertandingan iman yang diwajibkan bagi kita merupakan hal yang penting. Jangan menyerah ketika kita menemui berbagai masalah yang berat, jangan menyerah ketika kita disakiti oleh orang terdekat kita, jangan kecewa ketika keadaan tidak seperti yang diharapkan, jangan putus asa ketika tidak ada jalan keluar. Tuhan pasti akan memberikan kita kekuatan untuk menanggung semua yang kita alami.

Tetap setia mengiring Yesus, tetap tekun berdoa dan beribadah, tetap mengasihi sesama kita, tetap mengampuni orang yang menyakiti hati kita, tetap melayani walaupun banyak yang mengecewakan.

Ketekunan kita pasti akan membuahkan hasil. Tuhan akan memberikan upah bagi setiap orang yang setia. Iman kita akan bertumbuh menjadi kuat. Dan setiap kegagalan yang kita alami justru akan mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar, untuk meraih kemenangan dan sekaligus mahkota yang abadi.

.

Mari jalani pertandingan iman yang diwajibkan bagi kita, persiapkan diri kita untuk dapat menjalani pertandingan dengan baik dan jalani pertandingan dengan tekun, maka kita akan melihat karya Tuhan yang luar biasa terjadi dalam kehidupan kita. Haleluya!

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” Ibrani 12:2-3

Mujizat Masih Ada

“Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu” Yesaya 43.1b-3a

Banyak orang yang tidak tahan ketika berbagai masalah datang bertubi-tubi dalam kehidupannya. Dan tidak sedikit yang protes kepada Tuhan mengapa hidup mereka begitu susah, mengapa mereka tidak pernah lepas dari berbagai masalah, mengapa mereka belum menerima jawaban atas doa-doanya, dan mengapa mereka tidak mengalami mujizat dalam kehidupan mereka. Mungkin kita pernah mengalaminya atau bahkan saat ini kita sendiri dalam kondisi seperti itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika kita menghadapi berbagai macam masalah dan pencobaan dalam kehidupan kita, kita harus tetap berpegang teguh kepada Firman Tuhan.
Firman Tuhanlah yang menjadi satu-satunya kekuatan bagi hidup kita.

FirmanNya akan senantiasa memberi kekuatan baru dalam hidup kita. Melalui janji-janjiNya Dia akan menuntun hidup kita dan memberi kita hikmat atas segala masalah yang kita hadapi. Melalui FirmanNya Dia menghibur dan memberikan damai sejahtera bagi hidup kita. Dan melalui FirmanNya, kita senantiasa dikuatkan dalam pengharapan kita kepada Yesus dan kepada setiap janji-janji yang telah diberikan bagi kita.

Ketika pengharapan itu tetap terpelihara dalam hidup kita, maka kita akan menjadi kuat untuk mengatasi dan menjalani berbagai masalah dalam hidup kita. Iman kita tidak akan tergoyahkan oleh karena pengharapan akan membawa kita maju terus berlari menggapai tujuan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita.” Ibrani 6:19-20b

Syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena pengorbananNya kita dapat menaruh pengharapan kita kepadaNya setiap waktu, kapanpun dan di mana saja kita berada.
*courtesy of PelitaHidup.com
Yesus berjanji bahwa Dia akan senantiasa menyertai kita, meskipun kita menyeberang melalui air atau melalui sungai-sungai, kita tidak akan dihanyutkan; meskipun kita berjalan melalui api, kita tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar kita. Ini berarti bahwa Tuhan akan menyatakan mujizat-mujizatNya dalam kehidupan kita. Hal-hal yang terlihat mustahil akan menjadi mungkin dalam kehidupan kita.

Sama seperti ketika bangsa Israel dikejar orang-orang Mesir dan harus menyeberang Laut Teberau, Tuhan menyatakan mujizat, membelah laut dan membukakan jalan bagi mereka, sehingga mereka dapat menyeberang dengan aman bahkan tanpa basah sekalipun, serta dilepaskan dari bahaya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Juga seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dilempar ke dapur api oleh karena memegang teguh percayanya kepada Tuhan Allah yang mereka sembah. Sekalipun dapur api dipanaskan berkali-kali lipat, sampai orang yang melempar mereka ikut mati terbakar, mereka tidak terbakar sedikitpun dan tetap hidup. Sehelai rambut merekapun tidak ada yang terbakar. Mujizat terjadi dan nama Tuhan dipermuliakan.

Mujizat masih ada hingga saat ini. Tuhan Yesus tidak pernah berubah dahulu, sekarang sampai selama-lamanya. Sebesar apapun masalah yang harus kita seberangi, dan sepanas apapun situasi yang sedang kita hadapi, mari kita tetap serahkan hidup kita pada tuntunan Tuhan. Tetap percaya kepada janjiNya bahwa Dia akan senantiasa menyertai kita dan membawa kita menyeberangi masalah yang sedang kita hadapi dan akan melepaskan kita dari situasi panas apapun yang sedang kita hadapi. Mujizat pasti terjadi.

Jangan takut atas apa yang akan terjadi atas hidup kita karena Tuhan telah menebus hidup kita, Dia sendiri yang telah memanggil hidup kita sehingga hidup kita menjadi milik kepunyaanNya, dan Dia sendiri juga yang akan membela hidup kita. Dia tidak akan mempermalukan umatNya yang berseru dan berharap kepada Dia. Dia akan melepaskan kita dari segala kesusahan dan memberi kemenangan atas setiap masalah.
*courtesy of PelitaHidup.com
Mari tetap hidup dalam FirmanNya dan tetap berharap kepada Yesus, karena mujizat masih ada. Haleluya!

.Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” 1 Petrus 4:12

Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Lukas 1:37

Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! ” Markus 9:23

Selasa, 05 Oktober 2010

KITA TIDAK PERNAH SENDIRI

Saya bingung...
Sampai kapan saya harus seperti ini???
Ada saja hal yang membuat semua niat untuk berubah menjadi terhalang.
Kenapa sih...keinginan daging itu tidak bisa saya atasi???...Kenapa setiap kali saya hanya bisa menuruti semuanya tanpa berusaha untuk mencegah???

Itulah kata-kata yang diucapkan oleh seorang pemuda yang sudah hampir putus asa menjalani hidup dan menghadapi segala kenyataan yang sedang dialami.

Memang sungguh berat untuk kita bisa lepas dari jeratan dosa dan segala yang dunia tawarkan. Bagaimana bisa menolak kalau apa yang ditawarkan adalah sesuatu yang menggiurkan???

Mungkin bagi kita manusia yang serba terbatas, ini adalah satu hal yang mustahil dan dapat dirubah dalam sekejap. Apalagi kalau kita sudah terlebih dahulu menjadi orang yang pesimis.

Kita memang lemah, tapi jangan pernah putus asa untuk menghadapi segala hal yang terjadi. Kita sebenarnya tidak pernah sendiri dalam melangkah menjalani hidup. Ada TUHAN yang selalu dan setiap saat setia menunggu kita untuk datang kepadanya. Hanya saja, kita yang sering kali berusaha untuk menjauhkan diri dari TUHAN dengan segala yang kita lakukan. Jangan pernah ragu akan kebaikannya.

"TUHAN HANYA SEJAUH DOA"
Datang ke hadirat-Nya...dan minta serahkan segalanya kepada TUHAN. minta TUHAN menyertai segala usaha yang kamu lakukan untuk terus berubah.

Minggu, 03 Oktober 2010

KENAPA HARUS MENUNGGU UNTUK BERUBAH???

Terkadang sesuatu datang tanpa kita sadari. Namun kita baru bisa sadar ketika hal itu sudah terjadi. Seperti halnya dalam hidup manusia yang terkadang mau melakukan sesuatu ketika sudah ada hal yang kita alami. Contoh besarnya tentang perubahan di dalam hidup. Pertanyaan yang sering kita temui ialah "KAPAN KITA BISA BERUBAH"

Apakah perubahan itu terjadi ketika kita mengalami hal yang tidak kita inginkan???...Atau perubahan itu terjadi ketika kita dalam kesusahan???
walaupun kita telah mengetahui semuanya ini, namun kita masih saja tidak menganggap kalau hal ini adalah sesuatu yang cukup serius.

ketika kita berpikir bahwa perubahan itu terjadi saat kita mengalami kesusahan, maka kita salah besar. Sesungguhnya kita diberikan waktu yang cukup banyak oleh TUHAN agar kita bisa melakukan perubahan dalam hidup kita. Akan tetapi kita tidak pernah menyadari bahwa TUHAN itu telah memberikan semuanya itu kepada kita.

oleh sebab itu, ketika kita dihadapkan dengan masalah barulah kita berteriak kepada TUHAN bahkan menganggap segala yang terjadi dalam hidup kita hanyalah ketidak adilan. Padahal kita sendiri yang tidak pernah peka dengan segala sesuatu yang kita alami.

Menunggu untuk berubah bukanlah hal yang baik yang bisa kita lakukan,,,,belajarlah untuk lebih peka terhadap apa yang menjadi rencana TUHAN untuk hidup kita. Jangan sampai kita terlambat untuk melakukan perubahan akan hidup kita. karena kalau kita terlambat, kita hanya membuang-buang waktu yang cukup berharga itu, untuk sesuatu yang lebih baik.

Rabu, 15 September 2010

KEHIDUPAN DOA

Terkadang kita merasa bahwa hidup ini adalah suatu jalan yang begitu sulit untuk dilalui, namun untuk beberapa orang, hidup ini merupakan suatu hal yang mudah....santai dan tidak sulit untuk dijalani kalau dihadapi dengan santai pula.

Namun kita sendiri tidak sadar bahwa hidup itu tidak selamanya mudah dilalui dan tidak selamanya sulit untuk dijalani. Ada waktunya kita berdiri pada posisi yang mudah dan ada waktunya kita juga berdiri pada posisi yang sulit. Dari kedua hal ini, kita memiliki ekspresi yang berbeda juga dalam memahami arti yang sebenarnya tentang hidup itu.

Ketika kita pada posisi yang baik, kita menganggap Tuhan itu baik pada kita akan tetapi kita tidak pernah bersyukur atas kebaikan itu
Ketika kita pada posisi tidak baik, kita mengaggap bahwa Tuhan itu tidak baik dan selalu memberikan kita cobaan.

Padahal kalau mau dilihat dan dicermati lagi lebih jauh maka kita akan mengerti apa sebenarnya maksud Tuhan memberikan segalanya itu kepada kita untuk dilalui.

Seperti halnya DOA.
Ketika kita dalam posisi yang baik, kehidupan DOA kita menjadi menurun bahkan sampai hilang kebiasaan DOA tersebut padahal Tuhan telah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ketika kita dalam posisi yang tidak baik barulah kita mau datang ke hadirat Tuhan untuk bersekutu dengan Dia melalui DOA.

Padahal kita tahu bahwa DOA itu sendiri nafas hidup orang percaya.
Itulah alasan mengapa DOA itu merupakan suatu hal yang penting dalam hidup kita. Da jangan pernah menganggap Tuhan itu tidak baik ketika kita diijinkan mengalami hal yang sebenarnya tidak harus kita alami. Lihat lagi apa makna dibalik semuanya itu, karena Tuhan punya maksud tersendiri yang telah Ia rancang untuk kehidupan kita

Ingat kalau hidup ini bagaikan roda yang terus berputar yang terkadang menempatkan kita di atas dan terkadang dibawah